Bagaimana seorang mahasiswa menjalani kesehariannya merupakan sebuah
pilihan. Tidak ada batasan atau paksaan terhadap seorang pun untuk menjalani
rutinitas tertentu. Apa saja yang ingin dihasilkan oleh seorang mahasiswa
sebagai sebuah karya selama masa kuliah pun menjadi hak dari setiap individu
untuk menentukannya.
Kesempatan berkarya pun terbuka sangat lebar bagi seorang mahasiswa.
Tidak terhitung jumlah unit kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti di
kampus. Tinggal dipilih saja mana yang sesuai dengan minat dan bakat yang
dimiliki. Dipilih mana yang sesuai dengan kecintaan dan passion yang dirasakan.
Semua itu memang tentang pilihan, termasuk menyangkut hal yang satu
ini. Prestasi. Meskipun sekarang ini pencapaian atas sebuah prestasi seolah
telah menjadi tuntutan bagi setiap individu, namun pada praktiknya hal itu juga
merupakan sebuah pilihan. Pilihan tentang apakah seseorang juga akan turut
berprestasi, prestasi seperti apa yang akan dicetak oleh seseorang, termasuk
dengan cara apa seseorang berupaya mencapai suatu prestasi. Menjadi kebebasan
bagi setiap individu untuk menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan itu.
Agaknya masih juga terdapat sejumlah mahasiswa yang masih mengalami
kesulitan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu dengan
sendirinya. Namun, tidak sedikit pula mahasiswa yang telah mampu menjawab
pertanyaan-pertanyaan itu dengan sangat baik. Di antaranya ialah Malik Khidir dan kawan-kawan, serta Solli Dwi Murtyas.
![]() |
| Tim Robot UGM menjuarai kontes robot internasional |
Seperti telah diberitakan oleh sejumlah media nasional, bahwa sekali
lagi Universitas Gadjah Mada mencetak prestasi bergengsi di kancah
internasional. Tim robot dari Universitas Gadjah Mada berhasil menduduki posisi
pertama dalam Trinity College Firefighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di
Amerika Serikat pada 7 April lalu. Dalam tim robot yang sebelumnya menjuarai Kontes
Robot Nasional 2012 divisi Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) pada Bandung 1
Juli 2012 itu, beranggotakan Malik Khidir sebagai ketua tim, serta Bachtiar
Candra Permana dan Agys Badruzzaman. Prestasi yang membanggakan tersebut diraih
berkat keterampilan Malik dan kawan-kawan yang berhasil menciptakan robot cerdas
kategori pemadam api berkaki yang diberi nama Robot 1-DA UGM. Kemenangan besar tersebut
merupakan buah dari kerja keras dan ikhtiar yang dilandaskan rasa cinta pada
bidang yang mereka tekuni.
![]() |
| Solli Dwi Murtyas melakukan presentasi dalam bahasa Inggris |
Sementara itu, sebuah prestasi gemilang juga telah diukir oleh Solli
Dwi Murtyas. Mahasiswa Fisika Teknik angkatan 2008 yang telah resmi meraih
gelar sarjananya pada 9 April lalu ini, sukses membuat orang-orang yang
mengenalnya berdecak kagum. Sarjana muda yang pernah mengampu jabatan sebagai
Ketua Keluarga Mulim Teknik 2011 ini, mengakhiri masa kuliahnya dengan penutup
yang sangat cantik. Salah satu lulusan terbaik Fakultas Teknik UGM ini telah
dengan sukarela mengajukan diri untuk melakukan ujian pendadaran dalam bahasa
Inggris. Tim penguji yang sudah siap di ruang MRKI Jurusan Teknik Fisika hari
itu pun menyetujui penawaran tersebut. Akhirnya, ujian pendadaran berbahasa
Inggris pun sukses digelar. Pengalaman tersebut merupakan hal yang sangat
langka, sekalipun bagi Dr. Eng. M. Kholid Ridwan, S.T., M.Sc. dan Rachmawan
Budiarto, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing tugas akhir Solli. Tidak heran
setelah ujian pendadaran yang begitu berkesan itu, terlontar sejumlah pujian
dan ucapan kebanggaan dari segenap rekan dan kerabat Solli Dwi Murtyas.
Termasuk dari Pak Rachmawan yang sempat menyampaikan kebanggaannya melalui akun
Facebook.
Beberapa rekan mahasiswa yang telah disebutkan di atas merupakan
segelintir di antara mereka yang telah memilih untuk berprestasi dan telah
memilih prestasi yang ingin mereka raih. Prestasi tentunya tidak akan lahir
dengan sendirinya. Tanpa kehendak dari individu yang menginginkannya untuk
tercapai, mustahil suatu prestasi mampu mengharumkan nama seseorang. Prestasi
yang bisa dipilih oleh seseorang pun tak hanya terbatas pada seragam prestasi
saja. Seseorang memiliki keleluasaan penuh untuk memilih di jalur mana ia ingin
berprestasi. Karena sejatinya prestasi itu istimewa, tidak identik antara yang
bisa diciptakan oleh satu pribadi dengan pribadi yang lain. Dan sebab
keistimewaan prestasi itulah, maka perlu diyakini bahwa setiap individu memiliki
kesempatan yang sama untuk menciptakan prestasinya sendiri. Oleh karena itu,
sudah selayaknya setiap individu mengikhtiarkan upaya terbaik untuk melahirkan
prestasi ala dirinya sendiri. (fannie-st)
Image taken from:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=530947723624152&set=a.517279208324337.1073741825.397954586923467&type=1&relevant_count=1
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200963295510819&set=t.588648125&type=3&theater








0 komentar:
Posting Komentar