Sabtu, 13 April 2013

Ragam Warna Prestasi



Bagaimana seorang mahasiswa menjalani kesehariannya merupakan sebuah pilihan. Tidak ada batasan atau paksaan terhadap seorang pun untuk menjalani rutinitas tertentu. Apa saja yang ingin dihasilkan oleh seorang mahasiswa sebagai sebuah karya selama masa kuliah pun menjadi hak dari setiap individu untuk menentukannya.

Kesempatan berkarya pun terbuka sangat lebar bagi seorang mahasiswa. Tidak terhitung jumlah unit kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti di kampus. Tinggal dipilih saja mana yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Dipilih mana yang sesuai dengan kecintaan dan passion yang dirasakan.

Semua itu memang tentang pilihan, termasuk menyangkut hal yang satu ini. Prestasi. Meskipun sekarang ini pencapaian atas sebuah prestasi seolah telah menjadi tuntutan bagi setiap individu, namun pada praktiknya hal itu juga merupakan sebuah pilihan. Pilihan tentang apakah seseorang juga akan turut berprestasi, prestasi seperti apa yang akan dicetak oleh seseorang, termasuk dengan cara apa seseorang berupaya mencapai suatu prestasi. Menjadi kebebasan bagi setiap individu untuk menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan itu.

Agaknya masih juga terdapat sejumlah mahasiswa yang masih mengalami kesulitan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu dengan sendirinya. Namun, tidak sedikit pula mahasiswa yang telah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan sangat baik. Di antaranya ialah Malik Khidir dan kawan-kawan, serta Solli Dwi Murtyas.

Tim Robot UGM menjuarai kontes robot internasional
Seperti telah diberitakan oleh sejumlah media nasional, bahwa sekali lagi Universitas Gadjah Mada mencetak prestasi bergengsi di kancah internasional. Tim robot dari Universitas Gadjah Mada berhasil menduduki posisi pertama dalam Trinity College Firefighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Amerika Serikat pada 7 April lalu. Dalam tim robot yang sebelumnya menjuarai Kontes Robot Nasional 2012 divisi Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) pada Bandung 1 Juli 2012 itu, beranggotakan Malik Khidir sebagai ketua tim, serta Bachtiar Candra Permana dan Agys Badruzzaman. Prestasi yang membanggakan tersebut diraih berkat keterampilan Malik dan kawan-kawan yang berhasil menciptakan robot cerdas kategori pemadam api berkaki yang diberi nama Robot 1-DA UGM. Kemenangan besar tersebut merupakan buah dari kerja keras dan ikhtiar yang dilandaskan rasa cinta pada bidang yang mereka tekuni.

Solli Dwi Murtyas melakukan presentasi
dalam bahasa Inggris

Sementara itu, sebuah prestasi gemilang juga telah diukir oleh Solli Dwi Murtyas. Mahasiswa Fisika Teknik angkatan 2008 yang telah resmi meraih gelar sarjananya pada 9 April lalu ini, sukses membuat orang-orang yang mengenalnya berdecak kagum. Sarjana muda yang pernah mengampu jabatan sebagai Ketua Keluarga Mulim Teknik 2011 ini, mengakhiri masa kuliahnya dengan penutup yang sangat cantik. Salah satu lulusan terbaik Fakultas Teknik UGM ini telah dengan sukarela mengajukan diri untuk melakukan ujian pendadaran dalam bahasa Inggris. Tim penguji yang sudah siap di ruang MRKI Jurusan Teknik Fisika hari itu pun menyetujui penawaran tersebut. Akhirnya, ujian pendadaran berbahasa Inggris pun sukses digelar. Pengalaman tersebut merupakan hal yang sangat langka, sekalipun bagi Dr. Eng. M. Kholid Ridwan, S.T., M.Sc. dan Rachmawan Budiarto, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing tugas akhir Solli. Tidak heran setelah ujian pendadaran yang begitu berkesan itu, terlontar sejumlah pujian dan ucapan kebanggaan dari segenap rekan dan kerabat Solli Dwi Murtyas. Termasuk dari Pak Rachmawan yang sempat menyampaikan kebanggaannya melalui akun Facebook.

Beberapa rekan mahasiswa yang telah disebutkan di atas merupakan segelintir di antara mereka yang telah memilih untuk berprestasi dan telah memilih prestasi yang ingin mereka raih. Prestasi tentunya tidak akan lahir dengan sendirinya. Tanpa kehendak dari individu yang menginginkannya untuk tercapai, mustahil suatu prestasi mampu mengharumkan nama seseorang. Prestasi yang bisa dipilih oleh seseorang pun tak hanya terbatas pada seragam prestasi saja. Seseorang memiliki keleluasaan penuh untuk memilih di jalur mana ia ingin berprestasi. Karena sejatinya prestasi itu istimewa, tidak identik antara yang bisa diciptakan oleh satu pribadi dengan pribadi yang lain. Dan sebab keistimewaan prestasi itulah, maka perlu diyakini bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menciptakan prestasinya sendiri. Oleh karena itu, sudah selayaknya setiap individu mengikhtiarkan upaya terbaik untuk melahirkan prestasi ala dirinya sendiri. (fannie-st)

Image taken from:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=530947723624152&set=a.517279208324337.1073741825.397954586923467&type=1&relevant_count=1
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200963295510819&set=t.588648125&type=3&theater

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More