Jumat, 22 Maret 2013

Aksi Pemuda ‘Sampah’


Jumat siang (22/03) di selasar barat KPFT UGM, WRC (Waste Refinery Center) bekerja sama dengan Gama Cendekia dan Cendekia Teknik UGM mengadakan rangkaian acara. WRC merupakan komunitas yang dikepalai oleh Ir. Siti Syamsiah, Ph. D., dosen Teknik Kimia UGM. Komunitas ini memfokuskan diri untuk bergerak pada bidang pengelolaan sampah. Perintisan gerakan ini terinspirasi oleh aktivitas pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan di Swedia. Dengan tujuan mencapai kualitas pegelolaan sampah yang sama baiknya dengan di Swedia, WRC pun dikembangkan di UGM.

Mengusung tema Sampah Tanggung Jawab Siapa?, lomba poster dan talkshow pun digelar. Pembicara yang diundang sangat berkapasitas di bidang yang bersangkutan.  Adalah Kepala Kementrian Lingkungan Hidup Eko Region Jawa dan akademisi UGM, Bapak Derajad Sulistyo yang hadir sebagai pembicara hari ini.

Diawali dengan pameran Poster Sampah pada pukul 10.00, acara ini pun dimulai. Pengunjung diberikan kesempatan sebanyak dua suara untuk memilih poster favorit. Dilanjutkan dengan penampilan akustik perkusi dengan alat musik yang terbuat dari sampah oleh BSO Satu Bumi. Talkshow yang dimoderatori oleh Didik Hari Purwanto, mahasiswa Teknik Fisika UGM 2009, dimulai dengan statement pembuka dari Bapak Derajad. “Jika yang dibicarakan adalah sampah, sebenarnya memang sangat tidak menarik. Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam seminggu ke depan isu ini akan mulai menghilang bahkan dilupakan oleh para mahasiswa. Inti dari semuanya adalah tentang kesadaran. Kesadaran bahwa sampah itu adalah masalah skala nasional. Mengapa demikian? Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi. Hal ini berlanjut dengan meningkatnya sampah-sampah yang dihasilkan. Dalam hal ini sebenarnya pemerintah juga telah turun tangan, yaitu dengan adanya regulasi terkait pengelolaan sampah yang tercantum dalam UU No 18 Tahun 2008.” begitu pungkas beliau saat membuka talkshow.

“Pengelolaan sampah memang bukan hal yang mudah. Diperlukan konsistensi yang tinggi. Proses pengelolaan sampah sebenarnya tidaklah rumit, yaitu pengurangan dan pengelolaan itu sendiri. Pengurangan yang dimaksud contohnya adalah minimalisasi penggunaan bahan baku industri yang sulit diolah kembali, seperti plastik. Sedangkan pengelolaan yang dimaksud adalah pemilahan sampah ke dalam jenis organik, anorganik, plastik, kaca, dan sampah lain-lain. Dengan adanya pemilahan seperti ini, maka volume sampah yang tidak bisa diolah kembali akan berkurang dan volume sampah di TPA akan menurun. Hal-hal seperti itu sangat penting. Terlebih lagi terkait dengan akan diadakannya penutupan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) pada tahun 2013 ini, ungkap Pak Badri. “Perlu digarisbawahi bahwa sampah tidaklah sama dengan limbah.  Jenis sampah bisa dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu sampah rumah tangga dan sampah spesifik. Sampah spesifik inilah yang paling beresiko terhadap lingkungan jika tidak diolah dengan baik.” tambahnya.
Bukan rahasia lagi jika di kalangan masyarakat kini terjadi tuduh-menuduh terkait sampah. Siapa yang seharusnya bertanggungjawab terhadap sampah ini? Sampah adalah tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pemerintah telah berupaya mengontrol sampah melalui regulasi. Begitupun dengan perusahaan-perusahaan, kini mereka tengah berlomba-lomba mengurangi pemakaian bahan baku yang sulit diolah. Masyarakat pun seharusnya demikian. ”Apapun posisi kita, turutlah berperan dan berpartisipasi dalam menjaga lingkungan,jelas Pak Badri.

Kembali lagi, inti dari semua ini adalah bagaimana cara membangun kesadaran?

Kalau masalah sadar tidak sadar, semua orang pasti sebenarnya sadar, permasalahannya adalah sejauh mana mereka mampu disiplin dalam pelaksanaannya.  Membentuk karakter yang peduli lingkungan harus dilakukan sejak dini. Dimulai dengan menanamkan hal-hal sederhana kepada anak-anak kita terkait dengan lingkungan hidup. Dengan demikian, proses untuk menjadikan sampah sebagai sesuatu yang berkelanjutan telah dimulai.

Bagaimana caranya untuk menyinergiskan ketiga pihak tadi untuk peduli sampah?

“Inilah permasalahannya, tantangan kita adalah membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Tidak jarang di kalangan masyarakat timbul kelompok-kelompok antara pemahaman dengan kesadaran tentang lingkungan. Timbul persepsi bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin tinggi kesadarannya tentang lingkungan. Namun yang terjadi sekarang sudah terbalik.Ubah paradigma kita terhadap sampah. Dari mana sampah berasal? Dimulai dari hal tersebut, kita bisa mengubah perilaku kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan, ujar Pak Derajad.

“Sederhana saja, sampah berasal dari kita, oleh karena itu kita turut bertanggungjawab dalam pengelolaannya, jika tidak ingin ada bencana yang diakibatkan oleh sampah. Konsisten untuk terus menangani sampah, itu yang diperlukan.ucap Pak Badri sebagai konklusi diskusi hari ini.
'Buang', juara pertama lomba poster
oleh Robbani Alfan

Setelah sajian penampilan musikalisasi puisi yang bertemakan sampah dari panitia dan BSO Satu Bumi, tibalah saat yang ditunggu yaitu pengumuman pemenang lomba poster. Dari 38 peserta lomba poster, terpilihlah empat pemenang. Nominasi poster favorit diraih oleh Dzikrima Luthfi dengan tema 3 cara sederhana mengatasi permasalahan sampah. Juara ke-3 , bertemakan Recycle, make a something new, diraih oleh Hardy Nurvianto. Sementara itu, juara ke-2 diraih oleh Galih Putra Laksana yang dengan kreatifnya menganalogikan bumi sebagai sebuah tong sampah raksasa. Menyandang gelar juara pertama, Robbani Alfan, berkaryakan sebuah poster minimalis sarat makna dengan judul  Buang.

Penampilan akustik kembali dari BSO Satu Bumi menjadi penutup acara hari ini. Harapan yang tergantung ke depan adalah apa yang didiskusikan hari ini bukanlah tersimpan menjadi wacana belaka, tetapi mampu ditransformasikan dalam wujud aksi nyata yang mampu mengubah Indonesia. (alif-st)

2 komentar:

Saya usul, kategori postingannya dimasukin ke "informasi" aja. :)

Siap, makasih feedback-nya... :)

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More